Senin, 29 September 2014

Character Building Guru PAI

Character Building Guru PAI
Nama                          : Eson Hasan
Mata kuliah               : Character Building Guru PAI
Fak/Jur                      : Tarbiyah/PAI
Dosen                          : Evi Renofa Farmajanti,M.PKim

TAKWA KEPADA ALLAH
Pengertian Takwa
Secara Harfiah, taqwa adalah hati-hati, ingat, mawas diri, dan waspada. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) pengertian taqwa adalah :
a.) Terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya
b.) Keinsyafan yang diikuti kepatuhan dan ketaatan dalam menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya
Nurcholis Madjid menjelaskan bahwa taqwa merupakan serapan dari bahasa arab, yaitu takut pada Tuhan, sikap menjaga diri dari perbuatan jahat, sikap patuh pada kewajiban, dan menjauhkan diri dari larangan. ( http://karaktergurupai.blogspot.com/2009/01/tugas-character-building-guru-pai.html). Dan juga Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menyebutkan, bahwa taqwa adalah kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa takut kepada Allah terus menerus, hingga selalu waspada dan hati-hati agar tidak terjerumus dalam maksiat dan dosa. (http://fichay.blogspot.com/2009/01/character-building-taqwa-kepada-allah.html).

Ciri-ciri orang takwa
1.      Konsisten menjalankan rukun  islam
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, konsisten adalah kemantapan atau ketetapan dalam bertindak. Maksudnya adalah selalu melakukan apa yang seharusnya dilakukan sampai rencana atau tujuan itu berhasil dicapai. Sedangkan rukun adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan, jadi konsisten menjalankan rukun  islam adalah selalu melaksanakan apa yang menjadi rukun di dalam islam dalam kesehariannnya.

2.      Mengimani rukun iman
Rukun adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan,
3.      Tidak menganut paham sekulerisme.
Pengertian sekularisme secara sederhana dapat didefinisikan sebagai doktrin yang menolak campur tangan nilai-nilai keagamaan dalam urusan manusia, singkatnya urusan manusia harus bebas dari agama atau dengan kata lain agama tidak boleh meng intervensi urusan manusia. Segala tata-cara kehidupan antar manusia adalah menjadi hak manusia untuk mengaturnya, tuhan tidak boleh mengintervensinya. ( http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/18/sekularisme-pluralisme-dan-liberalisme/).
4.      Berpakaian muslim/ah di kampus dan di lingkungannya
Menurut ajaran Islam, berpakaian adalah mengenakan pakaian untuk menutupi aurat, dan sekaligus perhiasan untuk memperindah jasmani seseorang. Sebagaimana ditegaskan Allah Swt, dalam firman-ya:
يبَنِيْ~ ادَمَ قَدْاَنْزَلْنَاعَلَيْكُمْ لِبَاثًايُوَارِيْ سَوْاتِكُمْ وَرِيْشًاوَلِبَاسُ التَّقْوى
ذلِكَ خَيْرٌ طْذلِكَ مِنْاايتِ الله لَعَلَّهُمْ يَذَّكَُّرُوْنَ ﴿ الاعراف : ٢٦﴾
   Artinya:
“Wahai anak Adam! Susungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagaimu tetpi takwa itulah yang lebih baik.  Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalui ingat.” (Q.S. Al-A’raf:26).
 Adab berpakain menurut islam yaitu :
1)      Menutup aurat
Aurat lelaki menurut ahli hukum ialah dari pada pusar hingga ke lutut,aurat wanita pula ialah seluruh anggota badannya,kecuali
Wajah,telapak tangan dan tapak kakinya.Rosululloh bersabda: “paha itu dalah aurat “(Bukhari).
2)      Tidak menampakkan tubuh
Pakain muslimah yang jarang sehingga menampakkan aurat wanita muslim tidak memenuhi syarat menutup aurat.pakain jarang, bukan saja menaampak warna kulit,malah boleh merangsang nafsu orang yanag melihatnya.Rosululloh bersabda” dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah,satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunkan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita yang memakai pakain tetapi telanjang dan meliuk liukkan. Mereka masuk surga dan tidak dapat mencium baunya, walaupun bau surga itu dapat dicium dari pada jarak yang jauh(muslim).
3)      Pakain tidak ketat
Tujuannya adalah supaya tidak kelihatn bentuk tubuh badan wanita muslim.
4)      Tidak menimbulkan ria
ROSULULLOH SAW bersabda” siapa yang melabuhkan pakiannya karenaa perasaan sombong.ALLAH SWT tidak akan memaandangnya pada hari kiamat”
Dalam hadist lain ROSULULLOH SAW bersabda “ siapa yanag memakai pakain yang berlebih lebihan maka ALLAH akan memberikan pakain kehinaan pada hari kiamat nanti” (ahmad abu daud, an-nasa’iy dan ibnu majah).
5)      Lelaki, wanita berbeda
Maksudnya pakain yang khusus untuk lelaki tidak boleh dipakai oleh wanita begitu juga sebaliknya. Memperlihatkan persahabatan secara islami di kampus maupun di masyarakat.
5.      Memperlihatkan persahabatan secara islami di kampus maupun di luar kampus
Ciri-ciri persahabatan yang islami adalah :
a.       Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
b.      Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
c.        Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
d.      Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
e.       Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
f.        Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
g.       Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
h.       Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
i.        Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
j.        Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
k.      Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu. 
l.         Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.( Catatan Wildan Musthofa).

6.      Membaca al-Quran dan terjemahnyaminimal 1ayat setiap selesai shalat 5 waktu
7.      Memiliki sifat tawadhu
Tawadhu’ adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapapun datangnya baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Artinya, janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.( : http://qurandansunnah.wordpress.com/).

8.      Jujur dalam perkataaan, perbuatan: tidak mencontek dan tidak mencuri

Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Jika ada seseorang berhadapan dengan sesuatu atau fenomena maka orang itu akan memperoleh  gambaran tentang  sesuatu  atau fenomena tersebut. Jika  orang  itu  menceritakan informasi tentang  gambaran  tersebut kepada orang lain tanpa ada “perobahan” (sesuai dengan realitasnya ) maka sikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur.( http://jalius12.wordpress.com/)

1 komentar: