Nama : Eson Hasan
Mata kuliah : PTK ( penelitian tindakan
kelas)
Fak/Jur : Tarbiyah/PAI
Dosen : Evi Renofa
Farmajanti,M.PKim
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN
SCIENTIFIC
BIDANG STUDI PAI KELAS VII DI SMP ADISA SETU BEKASI
KECAMATAN SETU KABUPATEN BEKASI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pendidikan
merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sebagaimana firman
Allah dalam al-quran surat Surah al-Mujadilah ayat 11
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا
يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ
دَرَجَاتٍ ۚوَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
Artinya : hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Artinya : hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Sangat
jelas disini pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk manusia,
bahkan Allah memberikan derajat yang tinggi untuk orang yang memilki ilmu.
Untuk itu seorang muslim haruslah belajar dengan sungguh-sungguh, agar tujuan
pendidikan berhasil tercapai.
Banyak penyebab yang mempengaruhi
keberhasilan proses belajar di sekolah,
yaitu kurikulum, guru, siswa, , lingkungan dan lain-lain.
Semua faktor tersebut tidak bisa dipishkan dari sekolah, saling berhubungan
satu dengan yang lainnya. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah
melalui interaksi dalam proses pembelajaran di sekolah yang dilakukan secara
sadar, sistematik dan terarah menuju ke arah perubahan tingkah laku peserta
didik sesuai dengan yang diharapkan.( http://rumahradhen.wordpress.com/).
Guru adalah faktor utama dalam pendidikan,
oleh karena itu kualitasnya harus ditingkatkan. Lahirnya Undang-Undang No. 14
Tahun 2005 tentang guru dan dosen mengharuskan semua pendidik menguasai
empat kompetensi, pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional. Karena guru
harus mampu berperan sebagai sosok inspirator, motivator, dinamisator,
fasilitator, dan komunikator dalam menggerakkan, menggali, dan mengembangkan
potensi anak didik. Sehingga dalam implementasi standar proses pendidikan, guru
merupakan komponen yang sangat penting. Hal ini sangat wajar, sebab guru
merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek
dan objek belajar.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh
peneliti pada sekolah SMP ADISA Setu Bekasi, dapat ditemukan hal-hal sebagai
berikut:
1.
Kondisi lingkungan yang kurang kondusif,
karena letak sekolah tersebut berdekatan dengan lokasi TPA (Tempat Pembuangan
Akhir) Sampah.
2.
Mayoritas siswa/siswi SMP ADISA Setu Bekasi
bersekolah sambil berkerja sebagai pemulung sampah.
3.
Kurangnya perhatian orang tua terhadap
prestasi belajar anak,
Dari
situasi dan kondisi seperti ini dapat mempengaruhi proses belajar mengajar yang
sedang berlangsung, karena suasana belajar yang kurang nyaman dan konsentrasi
dalam belajar yang kurang efektif, sehingga perhatian siswa dapat terganggu.
Selain itu hal ini disebabkan karena minimnya pendidikan yang dimiliki oleh
orang tua. Selain itu juga dapat dibuktikan dengan kurangnya perhatian orang
tua atas pemberian tugas / PR oleh Bapak/Ibu guru kepada peserta didik dan pada
saat guru memberikan informasi tentang prestasi belajar anaknya yang sangat
menurun, banyak orang tua yang tidak memperdulikannya. Ini menyababkan motivasi
belajar siswa tambah berkurang.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut di atas
dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran di SMP ADISA Setu Bekasi tidak
kondusif, sehingga mengakibatkan penurunan nilai mata pelajaran PAI. Adapun
nilai mata pelajaran yang diperoleh siswa SMP ADISA Setu Bekasi tersebut pada
tahun pelajaran 2014/2015 di bawah nilai standar yaitu < 2,33 Sedangkan nilai standar yaitu 3,33,
maka dapat dikatakan bahwa dalam pelaksanaan proses belajar mengajar kurang
optimal.
Model yang ingin penulis terapkan agar mampu
mengoptimalkan proses pembelajaran dan prestasi
yang dicapai siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran Scientific (pendeketan
ilmiah).
Banyak para ahli yang meyakini bahwa melalui pendekatan
saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam
mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa
untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena
atau kejadian. Artinya, dalam proses pembelajaran, siswa dibelajarkan dan
dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah, bukan diajak untuk beropini apalagi
fitnah dalam melihat suatu fenomena. Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis,
runut dan sistematis, dengan menggunakan kapasistas berfikir tingkat tinggi
(High Order Thingking/HOT). Combie White (1997) dalam bukunya yang berjudul
“Curriculum Innovation; A Celebration of Classroom Practice” telah
mengingatkan kita tentang pentingnya membelajarkan para siswa tentang
fakta-fakta. “Tidak ada yang lebih penting, selain fakta“, demikian
ungkapnya.
Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam
pembelajaran menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembelajaran
tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Beberapa metode
pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan
saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning;
(2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan
(4) Group Investigation. Metode-metode ini berusaha membelajarkan siswa untuk
mengenal masalah, merumuskan masalah, mencari solusi atau menguji
jawaban sementara atas suatu masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan
(menemukan fakta-fakta melalui penginderaan), pada akhirnya dapat menarik
kesimpulan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan.
Berdasarkan
alasan tersebut, penulis ingin memecahkan masalah dengan strategi
pembelajaran Scientific, karena strategi tersebut bisa diterapkan
di sekolah menengah. (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/)
B. Rumusan Masalah
Berdasar latar belakang yang dikemukakan diatas diperoleh
beberapa identifikasi masalah sebagai berikut :
a)
Adanya faktor Lingkungan sekolah yang kurang mendukung dalam proses belajar
mengajar.
b) Kurangya perhatian siswa dan orang tua dalam
proses kegiatan pembelajaran.