Selasa, 14 Oktober 2014

PTK ( penelitian tindakan kelas)

Nama                          : Eson Hasan
Mata kuliah               :  PTK ( penelitian tindakan kelas)
Fak/Jur                      : Tarbiyah/PAI
Dosen                          : Evi Renofa Farmajanti,M.PKim

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN SCIENTIFIC
BIDANG STUDI PAI KELAS VII DI SMP ADISA SETU BEKASI
KECAMATAN SETU KABUPATEN BEKASI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sebagaimana firman Allah dalam al-quran surat Surah al-Mujadilah ayat 11
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚوَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya : hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
            Sangat jelas disini pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk manusia, bahkan Allah memberikan derajat yang tinggi untuk orang yang memilki ilmu. Untuk itu seorang muslim haruslah belajar dengan sungguh-sungguh, agar tujuan pendidikan berhasil tercapai.
Banyak penyebab yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar di sekolah,  yaitu kurikulum, guru, siswa, , lingkungan dan lain-lain. Semua faktor tersebut tidak bisa dipishkan dari sekolah, saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui interaksi dalam proses pembelajaran di sekolah yang dilakukan secara sadar, sistematik dan terarah menuju ke arah perubahan tingkah laku peserta didik sesuai dengan yang diharapkan.( http://rumahradhen.wordpress.com/).
Guru adalah faktor utama dalam pendidikan, oleh karena itu kualitasnya harus ditingkatkan. Lahirnya Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen  mengharuskan semua pendidik menguasai empat kompetensi, pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional. Karena guru harus mampu berperan sebagai sosok inspirator, motivator, dinamisator, fasilitator, dan komunikator dalam menggerakkan, menggali, dan mengembangkan potensi anak didik. Sehingga dalam implementasi standar proses pendidikan, guru merupakan komponen yang sangat penting. Hal ini sangat wajar, sebab guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada sekolah SMP ADISA Setu Bekasi, dapat ditemukan hal-hal sebagai berikut:
1.            Kondisi lingkungan yang kurang kondusif, karena letak sekolah tersebut berdekatan dengan lokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah.
2.            Mayoritas siswa/siswi SMP ADISA Setu Bekasi bersekolah sambil berkerja sebagai pemulung sampah.
3.            Kurangnya perhatian orang tua terhadap prestasi belajar anak,
 Dari situasi dan kondisi seperti ini dapat mempengaruhi proses belajar mengajar yang sedang berlangsung, karena suasana belajar yang kurang nyaman dan konsentrasi dalam belajar yang kurang efektif, sehingga perhatian siswa dapat terganggu. Selain itu hal ini disebabkan karena minimnya pendidikan yang dimiliki oleh orang tua. Selain itu juga dapat dibuktikan dengan kurangnya perhatian orang tua atas pemberian tugas / PR oleh Bapak/Ibu guru kepada peserta didik dan pada saat guru memberikan informasi tentang prestasi belajar anaknya yang sangat menurun, banyak orang tua yang tidak memperdulikannya. Ini menyababkan motivasi belajar siswa tambah berkurang.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut di atas dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran di SMP ADISA Setu Bekasi tidak kondusif, sehingga mengakibatkan penurunan nilai mata pelajaran PAI. Adapun nilai mata pelajaran yang diperoleh siswa SMP ADISA Setu Bekasi tersebut pada tahun pelajaran 2014/2015 di bawah nilai standar yaitu  < 2,33 Sedangkan nilai standar yaitu 3,33, maka dapat dikatakan bahwa dalam pelaksanaan proses belajar mengajar kurang optimal.
Model yang ingin penulis terapkan agar mampu mengoptimalkan proses pembelajaran dan prestasi yang dicapai siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran Scientific (pendeketan ilmiah).
Banyak para ahli yang meyakini bahwa melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian. Artinya, dalam proses pembelajaran, siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah, bukan diajak untuk beropini apalagi fitnah dalam melihat suatu fenomena. Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis, dengan menggunakan kapasistas berfikir tingkat tinggi (High Order Thingking/HOT). Combie White (1997) dalam bukunya yang berjudul “Curriculum Innovation; A Celebration of Classroom Practice” telah mengingatkan kita tentang pentingnya membelajarkan para siswa tentang fakta-fakta. “Tidak ada yang lebih penting, selain  fakta“,  demikian ungkapnya.
Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembelajaran tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Beberapa metode pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning; (2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan (4) Group Investigation. Metode-metode ini berusaha membelajarkan siswa untuk mengenal masalah, merumuskan masalah, mencari solusi  atau menguji  jawaban sementara atas suatu masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan (menemukan fakta-fakta melalui penginderaan), pada akhirnya dapat menarik kesimpulan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan.
Berdasarkan alasan tersebut, penulis ingin memecahkan masalah dengan strategi pembelajaran Scientific, karena strategi tersebut bisa diterapkan di sekolah menengah. (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/)
B. Rumusan Masalah
Berdasar latar belakang yang dikemukakan diatas diperoleh beberapa identifikasi masalah sebagai berikut :
a)   Adanya faktor Lingkungan sekolah yang kurang mendukung dalam proses belajar mengajar.
b)   Kurangya perhatian siswa dan orang tua dalam proses kegiatan pembelajaran.



Senin, 29 September 2014

Character Building Guru PAI

Character Building Guru PAI
Nama                          : Eson Hasan
Mata kuliah               : Character Building Guru PAI
Fak/Jur                      : Tarbiyah/PAI
Dosen                          : Evi Renofa Farmajanti,M.PKim

TAKWA KEPADA ALLAH
Pengertian Takwa
Secara Harfiah, taqwa adalah hati-hati, ingat, mawas diri, dan waspada. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) pengertian taqwa adalah :
a.) Terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya
b.) Keinsyafan yang diikuti kepatuhan dan ketaatan dalam menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya
Nurcholis Madjid menjelaskan bahwa taqwa merupakan serapan dari bahasa arab, yaitu takut pada Tuhan, sikap menjaga diri dari perbuatan jahat, sikap patuh pada kewajiban, dan menjauhkan diri dari larangan. ( http://karaktergurupai.blogspot.com/2009/01/tugas-character-building-guru-pai.html). Dan juga Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menyebutkan, bahwa taqwa adalah kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa takut kepada Allah terus menerus, hingga selalu waspada dan hati-hati agar tidak terjerumus dalam maksiat dan dosa. (http://fichay.blogspot.com/2009/01/character-building-taqwa-kepada-allah.html).

Ciri-ciri orang takwa
1.      Konsisten menjalankan rukun  islam
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, konsisten adalah kemantapan atau ketetapan dalam bertindak. Maksudnya adalah selalu melakukan apa yang seharusnya dilakukan sampai rencana atau tujuan itu berhasil dicapai. Sedangkan rukun adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan, jadi konsisten menjalankan rukun  islam adalah selalu melaksanakan apa yang menjadi rukun di dalam islam dalam kesehariannnya.

2.      Mengimani rukun iman
Rukun adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan,
3.      Tidak menganut paham sekulerisme.
Pengertian sekularisme secara sederhana dapat didefinisikan sebagai doktrin yang menolak campur tangan nilai-nilai keagamaan dalam urusan manusia, singkatnya urusan manusia harus bebas dari agama atau dengan kata lain agama tidak boleh meng intervensi urusan manusia. Segala tata-cara kehidupan antar manusia adalah menjadi hak manusia untuk mengaturnya, tuhan tidak boleh mengintervensinya. ( http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/18/sekularisme-pluralisme-dan-liberalisme/).
4.      Berpakaian muslim/ah di kampus dan di lingkungannya
Menurut ajaran Islam, berpakaian adalah mengenakan pakaian untuk menutupi aurat, dan sekaligus perhiasan untuk memperindah jasmani seseorang. Sebagaimana ditegaskan Allah Swt, dalam firman-ya:
يبَنِيْ~ ادَمَ قَدْاَنْزَلْنَاعَلَيْكُمْ لِبَاثًايُوَارِيْ سَوْاتِكُمْ وَرِيْشًاوَلِبَاسُ التَّقْوى
ذلِكَ خَيْرٌ طْذلِكَ مِنْاايتِ الله لَعَلَّهُمْ يَذَّكَُّرُوْنَ ﴿ الاعراف : ٢٦﴾
   Artinya:
“Wahai anak Adam! Susungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagaimu tetpi takwa itulah yang lebih baik.  Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalui ingat.” (Q.S. Al-A’raf:26).
 Adab berpakain menurut islam yaitu :
1)      Menutup aurat
Aurat lelaki menurut ahli hukum ialah dari pada pusar hingga ke lutut,aurat wanita pula ialah seluruh anggota badannya,kecuali
Wajah,telapak tangan dan tapak kakinya.Rosululloh bersabda: “paha itu dalah aurat “(Bukhari).
2)      Tidak menampakkan tubuh
Pakain muslimah yang jarang sehingga menampakkan aurat wanita muslim tidak memenuhi syarat menutup aurat.pakain jarang, bukan saja menaampak warna kulit,malah boleh merangsang nafsu orang yanag melihatnya.Rosululloh bersabda” dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah,satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunkan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita yang memakai pakain tetapi telanjang dan meliuk liukkan. Mereka masuk surga dan tidak dapat mencium baunya, walaupun bau surga itu dapat dicium dari pada jarak yang jauh(muslim).
3)      Pakain tidak ketat
Tujuannya adalah supaya tidak kelihatn bentuk tubuh badan wanita muslim.
4)      Tidak menimbulkan ria
ROSULULLOH SAW bersabda” siapa yang melabuhkan pakiannya karenaa perasaan sombong.ALLAH SWT tidak akan memaandangnya pada hari kiamat”
Dalam hadist lain ROSULULLOH SAW bersabda “ siapa yanag memakai pakain yang berlebih lebihan maka ALLAH akan memberikan pakain kehinaan pada hari kiamat nanti” (ahmad abu daud, an-nasa’iy dan ibnu majah).
5)      Lelaki, wanita berbeda
Maksudnya pakain yang khusus untuk lelaki tidak boleh dipakai oleh wanita begitu juga sebaliknya. Memperlihatkan persahabatan secara islami di kampus maupun di masyarakat.
5.      Memperlihatkan persahabatan secara islami di kampus maupun di luar kampus
Ciri-ciri persahabatan yang islami adalah :
a.       Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
b.      Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
c.        Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
d.      Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
e.       Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
f.        Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
g.       Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
h.       Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
i.        Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
j.        Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
k.      Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu. 
l.         Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.( Catatan Wildan Musthofa).

6.      Membaca al-Quran dan terjemahnyaminimal 1ayat setiap selesai shalat 5 waktu
7.      Memiliki sifat tawadhu
Tawadhu’ adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapapun datangnya baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Artinya, janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.( : http://qurandansunnah.wordpress.com/).

8.      Jujur dalam perkataaan, perbuatan: tidak mencontek dan tidak mencuri

Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Jika ada seseorang berhadapan dengan sesuatu atau fenomena maka orang itu akan memperoleh  gambaran tentang  sesuatu  atau fenomena tersebut. Jika  orang  itu  menceritakan informasi tentang  gambaran  tersebut kepada orang lain tanpa ada “perobahan” (sesuai dengan realitasnya ) maka sikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur.( http://jalius12.wordpress.com/)